Sabtu, 05 Februari 2011

Cahaya Tanpa Matahari

Ku masih mencoba mengais sisa-sisa harapan dalam hati
Membekukannya hingga menjadi segumpal keyakinan
Yang sewaktu-waktu bisa mencair oleh panasnya gelora jiwa

Ku bangun istana di dalam kalbuku
Istana yang terbuat dari keping-keping sterofoam
Serta potongan-potongan kertas yang kemilau
Indah memang.....namun rapuh...

Kalbu yang dulu putih dan selembut kapas
Kini telah ternodai oleh titik-titik warna hidupmu
Titik menjadi sebuah garis, garis membentuk sebuah rupa
Terus terlukis dengan indah di tiap lembaran kalbuku
Dan terhenti.....
Tanpa bisa aku menolak, tanpa bisa aku katakan jangan
Semuanya ini belum sempurna

Haruskah cahaya menjemput sang matahari?
Mengertilah bahwa cahaya takkan pernah ada tanpa matahari
Hanya kamu yang dapat menyempurnakan semuanya