Rabu, 29 Februari 2012

Pemilik Hatiku


Bila titipan cinta itu adalah kamu
Maka aku kan menjaga dengan segenap jiwa ragaku
Jika titipan rindu itu untukmu
Maka aku kan menyimpan dan kelak kuserahkan hanya padamu
Andai kamu adalah kiriman Allah untukku
Aku kan merawatmu dengan kasih sayangku
Kamu menjadi pemilik hatiku

Sabtu, 16 April 2011

Aku Tak Mampu Melepasmu

Aku bisa membuatmu membisu
Mengunci sudut bibirmu dan menjadikannya kaku
Aku bisa mematikan tiap saraf dalam tubuhmu
Hingga kau tak mampu lagi melangkah dan berlalu
Aku bisa mencairkan seluruh otakmu
Agar kau tak dapat lagi memikirkan hal lain dalam hidupmu


Namun..........belum sempat aku lakukan itu
Kuasamu tlah memburu dan menyanderaku
Kau kunci tiap inci dalam hatiku
Meleburkannya dalam rupa rasamu
Hingga aku tau, aku adalah tawananmu


Meski aku terbelenggu olehmu
Tapi tak pernah kau jadikan aku sebagai budakmu
Kau bebaskan aku tuk menjadi yang aku mau
Tak pernah memaksaku menjelma bagai merpati dalam sangkar emasmu


Terima kasih karena kau mencintaiku
Rasa sayangku takkan pernah bisa melepasmu

Jumat, 15 April 2011

Pesan Senja

Senja membawa cerita
Menyenandungkan irama jiwa
Membuai sisi-sisi dalam raga
Bergerak dengan ayunan lembut
Menyisir helai demi helai rambutku


Rona merah di sudut sana
Ku coba pahami dan rasakan sandi yang tersirat
Inikah sebuah pesan, kumpulan kisah usang
Bagai daun berguguran diterpa sang bayu
Yang tak pernah menentang, meski akhirnya terbuang

Kamis, 31 Maret 2011

Sahabat


Sahabat
Bukan bagaimana ia bisa cocok dengan hati ini
Bukan bagaimana ia harus mengerti keadaan saat ini
Bukan bagaimana ia mau dan mengerti seperti yang kita mau
Namun bagaimana diri ini bisa menerima hal lain dalam persahabatan

Sahabat
Bukan kita harus tau kelebihan dan kekurangannya
Bukan hanya menjadi tempat berbagi dan memberi
Bukan sekedar menasehati dan mengkritik semua salah dan benar
Namun bagaimana bisa memaafkan semua kekacauan yang ada
Dan menemukan benang merah dengan hati yang ikhlas

Senin, 28 Maret 2011

DILEMA

Bagai berjalan didalam lumpur
Semakin aku berlari, semakin mengikat dan menyeret langkahku
Untuk berkubang didalamnya
Begitu juga dilema ini, mengajakku pergi ke ambang batas
Membuatku terperosok dalam bimbang dan pilihan

Sanggupkah tubuh ini melepaskan tetesan darah
Membiarkannya diluar vaskulerku dan meninggalkan goresan yang dalam
Lalu sampai kapankah luka itu akan mengering?
Mungkinkah?
Atau virus-virus nakal yang lebih dulu menghampirinya?
Perih dan membiru seluruh ragaku
Aku tak sanggup membayangkan semua itu

Benarkah ada gap diantara kita yang membuat kita tak bisa menyatu?
Layaknya air dan minyak yang tak pernah berkawan
Benarkah semuanya akan usai dan hanya menjadi sebuah cerita saja?
Seperti kisah Romeo dan Juliet yang tak pernah abadi

Seperti jantung yang tak pernah lelah memompa darah
Mendorongnya untuk mencapai tiap sisi tubuh
Menghantarkan oksigen untuk bertemu dengan jaringan
Tak perdulikan lagi bahwa miokardnya kan infark
Begitupun hatiku, takkan pernah lelah aku pertahankan rasa ini
Meski hati dan tubuhku kan melemah karenanya

Bukan aku bodoh ataupun naïf
Aku hanya ingin sepanjang hidupku menjadi bagian jiwamu
Mengajakmu melihat cakrawala dunia ini
Mengantarkanmu menggapai mimpi meraih bintang
Bersama sentuhan dari hatiku yang tulus dan abadi untukmu

Lalu…
Bagaimanakah akhir ceritaku?
Akankah kau patahkan hatiku yang rapuh ini?
Kau padamkan lentera kecil dihatiku?
Membiarkan cahaya masuk semaunya tanpa pupil bisa mengaturnya
Hanya karena debu yang kecil, membutakkan otakmu untuk menganalisa

Aku disini untuk bertahan
Hingga ragaku tak mampu lagi tuk berdiri dan terhempas karenanya

Jatuh Hati Padamu

Beberapa hari ini nama itu menggelitik hatiku
Mengusik keseharianku
Seolah menggodaku dan tak biarkan
Bibir ini tuk berhenti tersenyum

Apakah seperti ini rasanya menjadi gila?
Saat nama terucap, wajahmu terbayang
Meski tanpa memandang, pikiranku merawang
Mereka bilang “kamu tak tampan”, tapi bagiku “cukup rupawan”

Hihihi…
Lagi-lagi mereka mengejekku, tapi kamu hanya diam
Berlalu, acuh tanpa meninggalkan sebuah senyuman
Pangeranku……lihat aku disini
Akulah putri impian yang kamu cari
Pleeeettaaakkk………….!!!!
Oh….spidol pak guru jatuh
Kok jadi banyak bintang-bintang?

Jumat, 11 Februari 2011

Hei

Hei.....
Cobalah kau lihat dan rasakan
Bagaimana mereka menghadapi hidup?
Bagaimana mereka menghargai kesempatan?
Tak perlu kau menjadi mereka
Hanya dengan merasakan itu sudah cukup
Karena dengan begitu, engkau akan lebih menghargai apa adanya dirimu


Hei.....
Stop semua dengki dan iri di hatimu
Mulailah jalan hidupmu dengan kemurnian
Resapi bait demi bait yang telah kau lalui
Lepaskan satu persatu rantai yang membelenggu pikiranmu
Yang membuat otakmu naif dan kerdil


Hei...
Mulailah dari saat ini juga
Karena tak ada kata kemarin maupun esok
Hidupmu adalah sekarang